Langsung ke konten utama

Pembuatan Hensenitizer Tanpa Alkohol

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Nama : Sriana
Nim    : 1720300101
Jurusan : TBI
   Dalam kegiatan hari ini saya akan membagikan cara mudah membuat hensenitizer dari bahan alami yaitu Daun Sirih. Meskipun Tanpa alkohol, faktanya daun sirih Bisa jadi bahan hensenitizer yang tak kalah  untuk menangkal virus Corona!!!! Begini cara membuat nya gaes........
           DAUN SIRIH (Piper betle Linn.)

   Daun sirih merupakan salah satu tanaman yang diketahui berkhasiat sebagai antiseptik. Rebusan daun sirih sudah digunakan secara tradisional untuk
mengatasi masalah mulut sebagai cairan berkumur dan mengobati luka.
Ada 3 (tiga) metode pembuatan hand sanitizer dengan menggunakan daun sirih.
Silahkan dipilih sesuai dengan ketersediaan bahan di tempat masing-masing gaes!!!
Cara 1
-Daun sirih yang sudah dicuci bersih, dikeringka,
-dipotong-potong sebanyak 50gram sekitar 20 lembar daun sirih kemudian ditambah dengan100ml aquadest (bisa diganti dengan air mineral kemasan), selanjutnya direbus selama
15 menit.
-Ekstrak rebusan tersebut disaring
dengan kertas saring (bisa diganti dengan kain putih) sampai didapat ekstrak air
yang jernih.
Cara II
-Siapkan 50gram (sekitar 20 lembar) daun sirih, kemudian cuci bersih dan
diangin-angin supaya kering, dipotong-potong kecil, panaskan air 200 ml,
tuangkan air panas ke daun sirih yang sudah dipotong-potong, rendam
kemudian kukus dengan api kecil selama 30 menit.
-Setelah itu disaring hingga
dapat ekstra airnya, tambahkan jeruk nipis, aduk dan tambahkan air.
CARA III
-Siapkan daun sirih dan kulit rambutan, kemudian direbus secara terpisah untuk
mendapatkan ekstraknya. 
-Daun sirih bersifat sebagai antiseptik dan kulit rambutan bersifat sebagai antioksidan.
-Kulit rambutan juga bisa diganti dengan
kulit manggis karena memiliki fungsi yang sama.
-Setelah itu, campurkan
keduanya hingga rata dan masukkan ke dalam botol.

 SEMOGA BERMANFAAT DAN RAJINLAH MEMBACA

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelestarian Apotek Hidup di Desa Sampean

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Kegiatan yang dilaksanakan di desa Sampean, kecamatan sungai kanan, kabupaten labuhan batu Selatan. pada tanggal 20-21 Juli 2020 yaitu pelestarian apotek hidup yang bertujuan untuk membantu setiap keluarga agar dapat lebih ringan dalam menjaga daya  tahan tubuh serta meningkatkan imunitas tubuh dalama maraknya penyebaran virus covid-19 dengan membuat jamu-jamuan dan obat-obatan yang bahan bakunya dari apotek hidup tersebut seperti kunir asam dan wedang jahe. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap, masyakarat desa Sampean dapat menggunakan pelestarian apotek hidup pada masa pandemi covid-19 dengan baik.

"Jenis Tanaman Herbal Yang Dapat Meningkatkan Imunitas Tubuh Saat Pandemi covid-19"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,,, I'm Sriana. this time,,,,  saya akan mengupas sejumlah informasi tentang tanaman herbal yang memiliki beribu manfaat untuk kesehatan dan juga dapat meningkatkan imunitas tubuh saat Pandemi covid-19. So, let we start gaes,,      Memiliki kekebalan tubuh yang baik sangat penting untuk memerangi penularan virus corona. Seseorang dapat secara alami kebal terhadap serangan penyakit dengan kekebalan tubuhnya yang kuat. Menjadi kebal terhadap penyakit tertentu berarti produksi antibodi untuk virus tertentu. Dalam kasus COVID-19, jutaan orang telah terinfeksi tetapi sejumlah besar orang juga pulih karena kekebalan tubuh mereka yang kuat.    Cara terbaik untuk meningkatkan kekebalan tubuh, adalah melalui mengkonsumsi Tanaman Herbal. Berikut tanaman herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh saat Pandemi covid-19. 1.  Jahe Jahe ini dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan peradang...

Apa Itu Moderasi beragama???

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh,,,  Kali ini saya akan menjelaskan kepada teman-teman mengenai apa itu moderasi beragama??? Jadi Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Ekstremisme, radikalisme, ujaran kebencian ( hate speech ), hingga retaknya hubungan antarumat beragama, merupakan problem yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Sehingga, adanya program pengarusutamaan moderasi beragama ini dinilai penting dan menemukan momentumnya.      Moderasi beragama ini mestinya tidak cukup bila hanya dipromosikan saja, melainkan perlu didesakkan sebagai aksi dan gerakan bersama seluruh komponen bangsa baik pemerintah maupun kelompok agama agar ekstremisme dan kekerasan atas dasar kebencian kepada agama dan suku yang berbeda bisa ditekan dan dihilangkan menuju beragama yang toleran, damai dan menghargai ke...